Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2020
*Nikmati Jalan Dakwah* (Ustadz Cahyadi Takariawan ) Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya: suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan, tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus bisa kita reguk kenikmatannya. Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini. Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan

mbah google VS istighfar...

Alhamdulillah, masih diberikan takdir untuk mengikuti pelatihan, meski forum kecil namun ambil saja manfaatnya, insyaAllah besar. Ketika seorang pembicara pelatihan tersebut, bertanya kepada audiencenya, berapa kali istighfar minimal setiap hari?. Dengan Percaya diri menjawab pertanyaan itu, "70 sampai 100 kali setiap hari..", kayak seperti dicontohkan rosulullah pikirku, seperti Sunnah nabi yang dikisahkan dalam hadits.. Kemudian ditanggapi kembali oleh pembicara tersebut untuk seluruh audience, " jumlah itu kan istighfar untuk orang yang sudah dijamin masuk syurga, betul..?. Yang dijamin masuk syurga saja masih terus mengucapkan istighfar sebanyak itu. Beliau tetap meminta ampun kepada penjamin syurganya sebanyak itu, belum amal ibadah Sunnah nabi lainnya, yang sering kita dengar seperti sholat malamnya yang sampai membuat kaki beliu bengkak..   gambar hanya pemanis Akhirnya aku tertohok sambil tepok jidat, lho iya, aku kok kePDan menjawab, biasanya isti

Mari Jadikan Rumah kita sebagai Rahim Penghafal Al-Qur'an

Pengalaman dari kerja keras dan keberhasilan banyak orang misal seperti dalam hafidz indonesia dalam mengantarkan anaknya menjadi penghafal quran, bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja. Sekaligus bantahan atas alasan yang dibuat-buat karena kemalasan menghafal Al-Qur`an. Ternyata oh ternyata malas adalah musuh utama dalam beragam aktivitas, tak hanya dalam menghafal alquran sebenarnya ya. maka beberapa hal berikut ini bisa menjadi renungan dan pemicu untuk para orang tua yang bertekad membuat keluarganya menjadi keluarga alquran. apa sajakah itu...? Pertama, mencetak generasi hafizh, penghafal quran, tak selalu membutuhkan lembaga pendidikan semisal pesantren, tapi ternyata, keluarga bisa menjadi basis utama untuk melahirkan generapi penghafal Al-Qur`an. Kedua, pendidikan umum ternyata tidak menjadi hambatan untuk menghafal Al-Qur`an, sekaligus orang tua yang tidak berlatar belakang pendidikan agama di sekolah juga bukan halangan untuk melahirkan anak hafal Al-Qur`an dari ru

Tips mudah menjaga hafalan.

*Tips Menghafal dan Muroja'ah Al qur'an* Dari : *Syaikhoh Ahlam Naji Hizam Ahmad Al quh* Tahapan - tahapan  ➡ 1. *Membaca dengan Talaqqi* Untuk setiap ayat yang akan di hafalkn hendaknya di talaqqi kepada seorang guru, hingga menghafal setiap ayat dengan bacaan yang benar. - lebih baik menyetorkan hafalan sedikit tapi dengan bacaan yang benar, di bandingkn menyetorkn hafalan banyak tapi dengan bacaan yang salah, karna itu dapat berpengaruh dengan kekuatan ingatan hafalan tersebut. ➡ 2. *Hafalan tambahan* Di setorkan setelah di talaqqi dengan bacaan yang benar -  *Sebelum tidur* : sebaiknya membaca kembali hafalan yang akan di hafal dan telah di talaqqi tersebut  *Waktu subuh* : Menghafalkan nya  ➡ 3. *Muroja'ah Hafalan baru* *5* halaman  Yaitu : *4* halaman sebelumnya + *1* halaman yang baru di tambah hari itu. - Dan harus di simak dan membaca nya dengan bacaan yang benar seperti di saat ia menyetor kan hafalan baru nya. ➡ 4. *Muroja'ah lam
Judul : 30 Dosa Riba Yang Dianggap Biasa Penulis : Dr. Sa’id Al-Qahthani Penerbit         : PQS Tebal : 308 halaman Kertas : HVS 70 Gram Ukuran : 14 cm x 20.5 cm Cover : Soft Cover ISBN : 978-602-1243-58-9 Harga : Rp. 45.000 “Akan datang suatu zaman di tengah masyarakat, di mana orang tidak lagi peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal ataukah dari hasil yang haram” (HR Bukhari) Halal dan haram, bukanlah sesuatu yang samar melainkan sudah sangat jelas. Khususnya dalam masalah harta, tidak hanya bagaimana cara kita mendapatkannya tetapi juga masalah pertanggung jawaban di akhirat nanti. Maka, seseorang harus lebih berhati-hati dan waspada dalam mencari harta. Jangan sampai harta yang telah dicari dengan segenap tenaga dan waktu justru tidak berkah serta menjadi penyebab dosa besar yang tidak disadari. Buku 30 Dosa Riba yang Dianggap Biasa menjadi solusi terbaik sebagai langkah preventif untuk menjauhkan harta kita dari riba. Penulis mema
*Tips Memilih Buku Bacaan Anak* Ayah bunda, anak kita ibarat kertas yang masih putih bersih. Maka jangan sampai kita salah dalam menggoreskan memori kepada mereka. Termasuk dalam memilihkan buku bacaan. Nah, Berikut ini tips singkat agar ayah bunda tidak salah memilih buku bacaan anak: _Pertama,_ isi buku hendaklah sesuai dengan umur dan pengetahuan anak. Supaya anak dapat mencerna dengan mudah. _Kedua,_ buku hendaklah mengandung banyak gambar yang menarik, dengan tetap memperhatikan nilai kesopanan dan batasan syariah. _Ketiga,_ selain gambar yang menarik, buku juga memiliki jalan cerita unik yang bisa diteladani, dan dari tokoh-tokoh yang patut dijadikan teladan. _Keempat,_ mengandung pesan moral yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual anak. _Dan kelima,_ buku yang ayah bunda pilih hendaklah memiliki referensi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Sebab, ketika membelikan buku bacaan anak, sesungguhnya ayah bunda sedang berinfestasi untuk ke

Peringatan akhirat

*PERINGATAN AKHIRAT* Ulama' memberi perumpamaan. Ada seekor katak yang melihat nelayan sedang memancing. Jadi katak itu pun masuk kedalam air dan ingin berjumpa ikan. Katak itu menegur ikan yang sedang memakan umpan nelayan itu. Katak itu memberitahu ikan: jangan makan cacing ini, sebenarnya ini perangkap, kalau kau makan juga, kau akan di tangkap, perutmu akan di belah, kulitmu akan dibakar atas api. Mereka akan memakanmu (sebabnya katak ini tahu keadaan di atas darat) Tapi ikan ini tdk peduli, teguran si katak dan tetap saja ikan itu makan umpan itu, ikan itu di sentap dan ditarik naik keatas, ikan itu terkejut, dia melihat apa yang dikatakan oleh katak adalah benar. Dia yakin dia akan di bakar, kulitnya akan disayat, perutnya akan dibelah. Ikan itu sangat menyesal. Tapi, tak ada kesempatan untuk kembali dalam air. Ulama' memberitahu Keadaan kita manusia, bila ada orang yg memberitahu kepada kita keadaan kita nanti, padang masyhar,

Inilah info buku rumus produktif keluarga.

Rumus Produktivitas Keluarga Aktivis Dakwah* Penulis: Abu Ridha Penerbit: Era Intermedia Hard Cover | 278 hlm Penulis: Abu Ridha Penerbit: Era Intermedia Sinopsis: Kuat tidaknya umat ditentukan oleh kuat dan tidaknya keluarga. Baik tidaknya umat bergantung pada baik tidaknya keluarga. Demikian itu karena keluarga adalah benteng pertahanan umat sekaligus lembaga alamiah untuk menarbiyah individu-individunya. Dalam tujuh maratibul amal, pembentukan keluarga muslim merupakan tahapan kedua yang sangat menentukan tahapan-tahapan berikutnya. Karena nilai strategis keluarga inilah banyak pihak yang berusaha mengaborsi proyek amal islami dengan cara menghancurkan bangunan keluarga. Mereka berusaha mengebiri fungsi keluarga agar tidak mampu melakukan internalisasi nilai-nilai positif terhadap para anggotanya, sehingga proyek amal islami hanya jalan di tempat dan tidak mampu melangkah pada tahapan berikutnya. Menghadapi semua itu, setiap keluarga dituntut memiliki ketahanan ya

Buku seri adab sehari hari.

Bismillah READY STOCK: “SERI ADAB SEHARI-HARI” Assalamu’alaikum, Ayah dan Bunda. Sering kali si kecil tidur tanpa berdoa, berwudhu, dan menjalankan adab sebelum tidur lainnya. Ia juga sering makan dan minum sambil main, berlari, atau bahkan sambil berbicara. Si kecil juga pernah membantah nasihat kita sebagai orang tuanya. Mengapa mereka bersikap begitu? Salah satu penyebabnya karena si kecil belum mengerti dan memahami berbagai adab dalam kesehariannya. Buku 1 Set Seri Adab Sehari-Hari karya Oky E. Noorsari bisa membantu Ayah dan Bunda untuk membimbing si kecil memahami dan mengamalkan hal itu. Buku ini terdiri dari 10 jilid. Masing-masing mengisahkan anak-anak yang belajar memahami berbagai adab dalam keseharian. Terdapat konten seru “Kini Aku Jadi Tahu” dan dilengkapi ilustrasi berwarna sehingga anak semakin mudah mendapat gambaran kisahnya. Berikut masing-masing judul dalam seri Adab Sehari-Hari: 1) Adab Bersuci: Awas Kotoran Ayam! 2) Adab Makan dan Minum: Aduh, Abi