Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2020

Mencari hikmah dibalik wabah corona

Mencari hikmah dibalik wabah Corona...

Corona merajalela di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia juga terkena imbasnya. Doa semua orang panjatkan agar wabah ini segera usai dengan membawa hikmah. Segera usai karena ramadhan, bulan yang dinanti seluruh muslim, akan segera tiba. Akhirnya semua ingat kedatangannya, dengan beragam ibadah bernilai pahala. Akhirnya semuanya inginkan khusyu meraih pahala berlipat ganda.

"Tuhan beri kami kesempatan yang sama mudahnya dengan Ramadan-ramadhan sebelumnya, agar kami bisa menikmati si bulan mulia ini, apalagi ada iktikaf dan tarawih didalamnya, yang rasanya tak bisa kami lakukan jika di Corona masih ada. Rabbi ampuni dosa dosa kami semua. Aku rindu ramadhan KareemMu..."

Dengan peristiwa ini, saya terngiang artikel di majalah tarbawi beberapa tahun lalu. Dunia ini berjalan begitu cepat rasanya tak terkendali. Dengan beragam teknologi dan informasi yang mengalir bagai banjir. Suatu saat Allah pasti ingin melambatkannya, entah b…

Share berita positif tentang Corona.

🎯 AJAKAN SHARE BERITA OPTIMIS TENTANG OBAT COVID-19

Ketika ada ancaman kita merasa takut dan waspada, itu reaksi alamiah yang wajar. Ancaman saat ini adalah berupa virus kekinian yang viral lintas negara : Covid-19. Jika lalu timbul takut dan was was dalam dada..maka hal yang sangat wajar dan manusiawi. Toh lebih aneh ketika ada orang adem ayem dan tetep woles ketika ia mendengar fakta bahwa tetangganya positif kena Covid 19 ini. 😁😁

Hanyaa..
Control you fear, before it controls you.
Kelolalah dan kendalikan rasa takut itu, jangan bereaksi berlebihan. Kendalikan respon kita dengan kedewasaan mental dan iman.
Setidaknya kita memberikan RESPON dengan :
✅ Ikuti himbauan pemerintah, berikan ruang kepercayaan kepada pejabat2 terkait untuk bekerja
✅ Sebaran berita tentang virus yang membawa aura negatif juga mencemaskan, mari kita lawan dengan menyebarkan aura positif dan rasa optimisme kekuatan doa kepada Yang Maha Kuasa. 💪💪
✅ Terus waspada melakukan upaya preventif terkait perawatan …

Inilah cara menjaga nikmat Allah.

Inilah Cara menjaga nikmat Allah.
Ada beragam nikmat yang dilekatkan Allah pada semua manusia, namun secara umum tiga jenis nikmat yang dicari manusia untuk kelancaran hidup adalah adanya kecukupan makanan, rasa aman/nyaman adanya tempat tinggal/ kesehatan dan ketenangan karena adanya keluarga dan kolega.

Secara umum jika ketiga kondisi tersebut terpenuhi maka aktivitas bisa berjalan lancar jaya.
Dua nikmat yang sering dilupakan manusia adalah waktu luang dan kesehatan, betul...?. Mari nikmati nikmat tersebut dengan banyak bersyukur, agar nikmat itu bisa menjadikan kemanfaatan untuk hidup.

Nikmat yang paling utama adalah nikmat iman kepada Allah, nikmat inilah yang menjadi jaminan hari esok manusia itu pasti akan masuk syurga. Emang pasti masuk syurga ya....?.

Lha iya betul pasti masuk surga, namun cepat atau lambatnya juga bergantung akan amal perbuatan manusia yang bersangkutan. Mari banyak bersyukur atas pemberian nikmat Allah kepada kita.

Bersyukur kepada Allah akan nikmat yang s…

Inilah bentuk tawakkal burung..

I.Tawakal burung

Apakah yang kita lakukan selama ini, kerja keras ataukah tawakal?

Kerja keras dan tawakkal ini merupakan dua hal yang amat jauh berbeda, namun seringkali dianggap sama.

Karena itu kita perlu belajar dari tawakkalnya Burung yang diisyaratkan oleh Nabi Muhammad Sholalloohu 'Alaihi Wasallam, berikut ini:

Dari Umar bin Khathab Radiallaahu Anhu, dari Rasulullah Shalallaahu Alaihi Wasallam beliau bersabda :
*"Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki, sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor Burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang"*
(HR. Imam Ahmad, Turmudzi, Nasa'i, Ibnu Majjah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

Sebenernya apa sih yang Allah dan Rasulullah maksud dengan tawakalnya Burung ini?

Coba deh perhatiin burung-burung disekitar yang sedang mengais-ngais/ mencari-cari makanan di pepohonan, ataupun di atap-atap rumah.

Lihat mereka selama mencari makan, keadaann…

Anak anak akan mati rasa, mungkinkah..?

*Anak-anak yang Mati Rasa*
✍🏻 Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Kelak akan tiba masanya, seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam, orangtua berpayah-payah mendidik anak, tetapi anaknya memperlakukan emaknya seperti tuan memperlakukan budaknya. Dan aku takut peristiwa itu akan terjadi di masa ini, masa ketika anak-anak tak mengenal pekerjaan rumah-tangga, dan pesantren maupun sekolah-sekolah berasrama lainnya tak lagi menjadi tempat bagi anak untuk belajar tentang kehidupan. Anak-anak itu belajar, tetapi hanya mengisi otaknya dengan pengetahuan yang dapat diperoleh dari Google. Sementara tangannya bersih tak pernah mencuci maupun melakukan pekerjaan-pekerjaan fisik lainnya, sehingga empati itu mati sebelum berkembang. Tak tergerak hatinya bahkan di saat melihat emaknya kesulitan bernafas seumpama orang hampir mati disebabkan ketuaan atau sakitnya kambuh, tetapi anak tak bergeming membantunya. Apalagi berupaya melakukan yang lebih dari itu.

Aku termangu menginga…
Bismillah_ _*Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh*_

*7 MACAM TEMAN* *(hanya 1 yg sampai di akhirat)*

1. *Ta'arufan (تعروفا)*, yaitu teman kenal secara kebetulan, seperti bertemu di kereta, halte bis, cafe dll

2. *Ta'ariihan (تعريحا)*, yaitu teman karena faktor sejarah, seperti teman sekampung, sekost, se'almamater dll.

3. *Ahammiyatan (احمياتا)* yaitu teman karena kepentingan (teman bisnis, politik, dll)


4. *Faarihan (فاريحا)*, yaitu teman karena sehobby (hobby motor, nyanyi, futsal dll.)

5. *Amalan (املا)*, yaitu teman karena profesi, seperti dokter, guru dll.

6. *'Aduwwan (عدوا)*, yaitu teman yg terlihat seperti baik, tp sebenarnya penuh kekebencian..

7. *Hubban_Iimaanan (حبا للايمان)* *yaitu teman yg suka MENGINGATKAN-mu* serta *MENGAJAK-mu* selalu *KE JALAN الله SWT*.

Dari ke *7* macam teman ini, no. *1-6* akan sirna di akhirat, & yg tersisa hanya teman no. *7*.

*namun teman no.7 ini selalu dipandang sebelah mata, selain dinilai sok alim, juga tidak…

Inilah Manfaat kopi tanpa gula

*Manfaat mengonsumsi kopi tanpa gula:*

*1. Meningkatkan Daya Ingat*
Bertambahnya usia dapat mengurangi daya ingat atau disebut pikun. Nah untuk meningkatkan daya ingat bisa dilakukan degan cara mengkonsumsi kopi hitam tanpa gula.

*2. Meningkatkan Kinerja Fisik*
Mengkonsumsi kopi dapat membantu meningkatkan kinerja fisik hingga 100 persen. Kopi bekerja dengan meningkatkan kadar epinefrin (adrenalin) dalam darah, yang mempersiapkan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik. Ini juga memecah lemak tubuh yang tersimpan dan melepaskan sel lemak ke dalam aliran darah dalam bentuk asam lemak bebas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk aktivitas fisik yang berat.

*3. Meningkatkan Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah*
Meskipun minum kopi hitam secara teratur dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara, namun efek ini berkurang seiring berjalannya waktu. Minum 1-2 cangkir kopi hitam tanpa gula setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular termasuk stroke. Kopi hitam jug…

Tips memaafkan pasangan..

*Maafkan Pasangan Anda Walau Ia Tidak Meminta*

Oleh : Cahyadi takariawan

Memberi Maaf adalah Sifat Taqwa
Salah satu sifat orang bertaqwa adalah kemampuan untuk memaafkan kesalahan orang lain. Menariknya, yang dijadikan sifat taqwa bukanlah kemampuan meminta maaf kepada orang lain, namun justru memaafkan kesalahan orang lain. Allah Ta'ala berfirman:


"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa; (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS. Ali Imran : 133 -- 134).

Ayat di atas menggambarkan sifat orang bertaqwa yang kelak akan mendapatkan balasan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Salah satu sifat taqwa adalah 'aafiina 'aninnaas, yaitu memaafkan kesalahan orang lain. Dalam ayat ini, tida…

Dua jenis keluarga, masuk kategori mana keluargamu...?

DUA JENIS KELUARGA
Oleh: Kak Eka Wardhana, Rumah Pensil Publisher

Saudaraku Sayang, ada dua jenis keluarga di dunia ini:

1. Keluarga yang Diperbaiki Allah, dan
2. Keluarga yang Dibiarkan Allah.

Tentu, kita semua 100% ingin jenis keluarga yang pertama. Tetapi... tentu saja kita harus tahu seperti apa sih keluarga yang diperbaiki Allah itu? Mari simak hadis berikut ini:

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap sebuah keluarga, Allah berikan kepada mereka kepahaman dalam agama, yang muda menghormati yang tua, kasih sayang menjadi anugerah dalam kehidupan mereka, pengeluaran mereka ekonomis dan diberi kemampuan untuk mengetahui aib diri lalu bertobat dari kesalahannya. Sebaliknya, jika Allah menghendaki selain itu, mereka akan dibiarkan begitu saja.” (HR Daru Quthni dari Anas rhadiyallaahu anhu)

Kita bedah sedikit hadis di atas yuk...

Keluarga yang diperbaiki Allah itu adalah:

1. Semakin Bertambah Pemahaman Agamanya
Pemahaman agama ya…

Luka pengasuhan, bagaimana sebaiknya mneyikapinya..?

Sekarang lagi tenar ya kawan, bab luka dan membasunya, membasuh luka pengasuhan.

Menjadi orang tua tidaklah mudah, namun hal ini tidak menjadikan kita takut untuk melangkah ke jenjang menjadi orang tua. Bagi yang sudah menikah, tak perlu lah engkau dengan sengaja menunda mempunyai anak, yang belum menikah tak perlulah takut melangsungkan akad nikah, atau mencari calon yang sangat ideal untuk anak anakmu nanti.

Ikuti saja alur hidup ini dengan usaha dan pengorbanan ala manusia, nanti Tuhan akan menunjukkan jalan. Itu kalimat positif nya.

Sambil rejeki anak itu ldatang, mari persiapkan diri, kalau ibu saya bilang tak perlu ngoyo atau terlalu mengusahakan  dengan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, cukup usaha, doa dan buang rasa malas. Hanya itu saja kuncinya.

Bagi yang sudah berputra, maka itulah kondisi terbaik yang sudah terjadi kepada hidupmu. Tinggal melangkah apa dan sebaiknya yang dilakukan,

Tak perlu merasa bersalah apalagi sampai meratapi diri yang banyak…